Kenali Dampak Defisiensi Vitamin D
Artikel 2 Agu 2021

Kenali Dampak Defisiensi Vitamin D

Peran vitamin D pada tulang, imun, dan otot—serta dampak kekurangan vitamin D pada anak, ibu hamil, dan kelompok berisiko.

Oleh: dr. Emillya Sari

Vitamin D adalah nutrisi penting yang berperan besar dalam menjaga kesehatan manusia. Vitamin ini berkontribusi dalam berbagai fungsi tubuh, termasuk kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan fungsi otot. Namun, pentingnya asupan vitamin D sering kali kurang disadari dalam kehidupan sehari-hari.

Pentingnya Vitamin D bagi Kesehatan Tulang dan Gigi

Vitamin D berperan utama dalam membantu tubuh menyerap kalsium, nutrisi penting untuk menjaga kekuatan tulang dan gigi. Kekurangan vitamin D dapat mengganggu penyerapan kalsium dan menyebabkan kepadatan tulang yang rendah, sehingga meningkatkan risiko osteoporosis pada orang dewasa.

Defisiensi vitamin D juga dapat menyebabkan osteomalasia, yaitu kondisi ketika tulang tidak mengalami mineralisasi yang memadai. Akibatnya, tulang menjadi lemah dan dapat menimbulkan nyeri tulang, kelainan bentuk, kejang hipokalsemia, kejang tetanik, serta gangguan pada gigi.

Peran Vitamin D pada Kesehatan Tubuh

Selain untuk kesehatan tulang, vitamin D berperan penting dalam menjaga sistem kekebalan tubuh dengan membantu tubuh melawan infeksi dan mengatur respons peradangan. Vitamin D juga mendukung fungsi otot yang optimal, sehingga berkontribusi pada kekuatan dan koordinasi tubuh.

Dampak Defisiensi Vitamin D pada Anak

Pada bayi dan anak-anak, vitamin D sangat diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan tulang. Defisiensi vitamin D dapat menyebabkan rakhitis, yaitu kondisi tulang lunak akibat kegagalan mineralisasi jaringan tulang.

Rakhitis berat dapat menyebabkan gagal tumbuh, keterlambatan perkembangan, kejang hipokalsemia, gangguan jantung, hingga kelainan bentuk rangka dan gigi. Anak dengan rakhitis sering memiliki postur tubuh pendek dan kelainan pada sendi.

Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 anak usia sekolah memiliki kadar vitamin D yang tidak mencukupi, terutama akibat kurangnya paparan sinar matahari, meskipun Indonesia merupakan negara tropis.

Vitamin D pada Ibu Hamil, Menyusui, dan Bayi

Pada ibu hamil, vitamin D penting untuk kesehatan tulang ibu dan perkembangan tulang janin. Defisiensi vitamin D pada kehamilan dikaitkan dengan peningkatan risiko preeklamsia, janin kecil, dan kelahiran prematur.

Bayi yang lahir dari ibu dengan defisiensi vitamin D juga berisiko mengalami rakhitis. Pada ibu menyusui, asupan vitamin D yang cukup dapat membantu mencegah defisiensi vitamin D pada bayi dan mendukung pertumbuhan tulang yang sehat.

Kelompok Berisiko Tinggi

Beberapa kelompok memiliki risiko lebih tinggi mengalami defisiensi vitamin D, antara lain:

  • Lansia, karena kemampuan tubuh memproduksi vitamin D menurun seiring usia
  • Perokok, yang cenderung memiliki kadar vitamin D lebih rendah
  • Individu dengan paparan sinar matahari terbatas

Pada lansia, defisiensi vitamin D dapat meningkatkan risiko patah tulang dan memperburuk kondisi kesehatan secara umum. Pada perokok, suplementasi vitamin D diketahui dapat membantu menurunkan peradangan sistemik dan mendukung fungsi paru.

Vitamin D dan Kesehatan Mental

Defisiensi vitamin D juga dikaitkan dengan gangguan kesehatan mental, terutama depresi. Kadar vitamin D yang rendah dapat memengaruhi regulasi neurotransmitter seperti serotonin, yang berperan penting dalam pengaturan suasana hati.

Penelitian menunjukkan bahwa individu dengan kadar vitamin D rendah memiliki risiko lebih tinggi mengalami gejala depresi, sehingga menjaga kadar vitamin D yang optimal juga penting untuk kesehatan mental.

Sumber Alami dan Suplemen Vitamin D

Sumber utama vitamin D berasal dari paparan sinar matahari langsung pada kulit. Selain itu, vitamin D juga dapat diperoleh dari makanan berikut:

  • Ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan tuna
  • Kuning telur
  • Produk susu atau minuman nabati yang difortifikasi vitamin D

Jika paparan sinar matahari atau asupan makanan tidak mencukupi, suplementasi vitamin D dapat dipertimbangkan untuk mencegah defisiensi dan gangguan tulang.

Dosis suplementasi vitamin D sebaiknya disesuaikan dengan kondisi individu dan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter untuk mendapatkan manfaat yang optimal dan aman.

Kesimpulan

Vitamin D merupakan nutrisi esensial yang berperan penting dalam kesehatan tulang, sistem kekebalan tubuh, dan kesehatan mental. Dengan memahami manfaat vitamin D serta menjaga asupan yang cukup melalui sinar matahari, makanan, atau suplementasi, risiko defisiensi vitamin D dapat diminimalkan dan kualitas hidup dapat ditingkatkan.